Detail Cantuman Kembali
distribusi thermal front ditinjau dari fase indian ocean dipole di perairan utara jawa
Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena di Samudera Hindia yang disebabkan karena perbedaan anomali Sea Surface Temperature (SST) antara Pantai Barat Sumatera dengan Pantai Timur Afrika. Perbedaan anomali membentuk fase IOD positif (+) dan IOD negatif (-). Fase IOD dapat diketahui dengan menggunakan Dipole Mode Index (DMI). Tujuan kajian ini adalah untuk identifikasi pengaruh fase IOD terhadap SST dan distribusi thermal front. Identifikasi korelasi menggunakan metode Pearson, dan analisis distribusi thermal front menggunakan metode Single Image Detection (SIED). Kajian dilakukan di Perairan Utara Jawa selama musim timur 2013-2017. Fase IOD dengan sifat normal lebih sering terjadi dibanding fase IOD dengan sifat lemah. Korelasi IOD dengan SST memiliki interprestasi sangat kuat dengan arah hubungan negatif, sedangkan interprestasi sedang dengan arah positif. Sementara itu, korelasi IOD dengan curah hujan tidak menunjukkan hasil yang signifikan atau tidak berkorelasi. Selama lima tahun temperatur panas terkonsentrasi di wilayah pesisir. Jumlah kejadian thermal front mempunyai luasan sebesar 1976 km² saat IOD dalam fase normal, sedangkan IOD dalam fase lemah mempunyai luasan sebesar 624 km². Distribusi thermal front lebih banyak ditemukan pada perairan Utara Jawa Tengah dengan bentuk sebaran memanjang dan berliku.
Risfiadela Ristyatmaja - Personal Name
Supriyatno Widagdo, S.T., M.Si. - Personal Name
Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc. - Personal Name
Supriyatno Widagdo, S.T., M.Si. - Personal Name
Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc. - Personal Name
624.19.15 Ris d
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2019
Surabaya
x, 64 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







